?Dengan konsistensi terlibat dalam
kegiatan pengabdian masyarakat, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya,
melalui Fakultas Psikologi Untag Surabaya, berperan aktif dalam mendukung
program 'Sekolah Orang Tua Hebat' (SOTH) yang digagas oleh Dinas Pengendalian
Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kota Surabaya. Program
ini dijadwalkan akan dilaksanakan mulai pertengahan bulan April hingga Mei
tahun 2024, dengan tujuan untuk memberikan manfaat dan kontribusi positif bagi
masyarakat sekitar, (3/4).
Dekan Fakultas Psikologi Untag
Surabaya - Dr. Rr. Amanda Pasca Rini, M.Si. Psikolog menjelaskan tentang
program yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang
dikenal dengan nama Sekolah Orang Tua Hebat. "Saat ini, walikota Surabaya
menginisiasi program 1000 titik Sekolah Orang Tua Hebat di Kota Surabaya.
Program ini memiliki tujuan penting sebagai sarana untuk meningkatkan pola asuh
guna mencegah stunting, bullying, dan berbagai permasalahan lain yang dihadapi
oleh anak-anak," jelasnya.
Dr. Amanda juga mengungkapkan bahwa
mahasiswa dari Untag Surabaya menjadi pendaftar terbanyak dalam program ini.
"Pemerintah Kota Surabaya berkolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi
di Surabaya untuk melaksanakan program ini. Kebetulan, mahasiswa dari Untag
Surabaya, terutama dari Fakultas Psikologi, menjadi pendaftar terbanyak,"
ungkapnya.
Pada program ini, mahasiswa akan
memberikan pelatihan kepada orang tua di berbagai titik di Kota Surabaya dengan
tema yang telah ditentukan. "Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di
Surabaya akan menjadi narasumber dan melatih para orang tua di berbagai RW yang
ditetapkan. Mereka akan mengajarkan empat tema, yaitu: memahami konsep diri
yang positif, pengasuhan anak, melindungi anak dari pengaruh media, dan pengenalan
reproduksi pada usia dini," terangnya.
Tidak hanya itu, akan ada berbagai
aspek penilaian demi menghasilkan luaran yang baik pada program ini. "Ada
berbagai aspek penilaian dalam program Sekolah Orang Tua Hebat ini, nantinya
juga akan dinyatakan bahwa para orang tua ini lulus atau tidak lulus. Maka dari
itu, para peserta yang lulus nantinya akan diwisuda langsung oleh Eri Cahyadi
selaku Walikota Surabaya," ucapnya.
Selain itu, Dr. Amanda juga
mengatakan bahwa ada sembilan dosen yang akan mendampingi mahasiswa dalam
pelaksanaan program ini. "Kami melibatkan sembilan dosen dan beberapa
alumni untuk melaksanakan program ini. Selain memberi pembekalan, nantinya
mereka juga akan ikut turn ke lapangan untuk menjadi pendamping bagi
mahasiswa," sambungnya.
Dengan keterlibatan mahasiswa Untag
Surabaya dalam kegiatan ini, Dr. Amanda berharap Untag Surabaya dapat
mempertahankan komitmen dan konsistensinya. "Saya berharap Untag Surabaya
dapat tetap konsisten dalam berkontribusi pada program yang digagas oleh Pemkot
Surabaya sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat," harapnya.
(vs/rz)