Program Studi Sastra Jepang Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya sukses menggelar acara bedah film ‘Where I Belong’ di Ruang Auditorium Gedung R. Ing Soekonjono. Acara ini Dihadiri Oleh Ratusan Peserta Yang Berasal Dari Berbagai Sekolah, Seperti SMA 17 Agustus 1945, SMK 17 Agustus 1945, SMA Giki 3, Dan SMA IPIEMS, (15/11).
Acara dimulai dengan sambutan oleh Ketua Pelaksana – Leon Pratama Halim, dalam sambutannya mengungkapkan harapan agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat kepada peserta. “Semoga acara ini menambah wawasan kalian tentang budaya Jepang dan memperluas jaringan pertemanan di antara peserta,” ujarnya.
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Kaprodi Sastra Jepang – Dra. Endang Purbowati, M.Pd., yang mengapresiasi antusiasme peserta dan narasumber. “Ini adalah acara bedah film ketiga kami. Terima kasih kepada penganalisis dan para peserta yang meluangkan waktu. Selamat menikmati tontonan hari ini,” kata Endang.
Dekan Fakultas Ilmu Budaya – Mateus Rudi Supsiadji, S.S., M.Pd turut memberikan pesan inspiratif kepada para peserta. “Selamat datang di Kampus Merah Putih. Semoga acara ini memberikan pelajaran yang bisa diterapkan di mana pun dan kapan pun,” tuturnya.
Acara semakin seru dan spesial dengan kehadiran Konsul Muda Bagian Informasi, Pendidikan, dan Kebudayaan Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya – Nakagome, yang menekankan pentingnya film sebagai media pembelajaran. “Film adalah sarana yang bagus untuk memahami budaya negara lain. Petiklah hal-hal positif dari acara ini dan jadikan pembelajaran bagi kalian,” ungkapnya.
Film Where I Belong mengisahkan
perjalanan hidup Izumi, seorang pemuda yang tersesat dalam kejahatan, namun
berubah menjadi pribadi yang lebih baik setelah bertemu Suma, seorang nenek di
desa Miyazaki. Kisah ini dianalisis oleh Novi Andari, S.S., M.Pd., yang
menjelaskan konsep film review. “Film review adalah cara populer
bagi kritikus untuk menilai kualitas film dan menentukan apakah layak
direkomendasikan,” jelasnya.
Novi juga mengajak peserta mendiskusikan
unsur intrinsik dalam film, seperti karakter, alur cerita, dan nilai-nilai yang
dapat diambil. Diskusi berlangsung interaktif, memperkaya wawasan peserta
tentang budaya Jepang.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama
sebagai simbol keberhasilan kegiatan ini. Bedah film Where I Belong
tidak hanya memberikan pemahaman mendalam tentang budaya Jepang tetapi juga
mengajarkan pentingnya nilai-nilai kehidupan yang dapat diaplikasikan dalam
keseharian. (ra/rz)