Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras calon wisudawan dalam menyelesaikan pendidikan tinggi, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menyelenggarakan Penggelaran Sarjana Periode I Tahun Ajaran 2024/2025 di Meetingroom Q210 Graha Roeslan Abdulgani Untag Surabaya. Acara ini menandai pencapaian akademik bagi 23 lulusan, yang terdiri dari 18 lulusan Program Studi (Prodi) Sastra Inggris dan lima lulusan Prodi Sastra Jepang, (20/2).
Melalui sambutannya, Dekan FIB Untag Surabaya – Mateus Rudi Supsiadji, S.S., M.Pd. menyampaikan bahwa momen ini perlu diingat karena ini merupakan sejarah awal dari kehidupan para lulusan FIB Untag Surabaya. “Ini merupakan momen istimewa yang menandai keberhasilan pada perjuangan para lulusan di fakultas tercinta ini,” ujarnya.
Mewakili seluruh civitas akademika FIB Untag Surabaya, Rudi mengucapkan selamat atas keberhasilan yang didapat oleh para lulusan. ”Selamat bagi para lulusan yang telah menyelesaikan perjalanan akademik dengan penuh dedikasi dan kerja keras. Ini merupakan buah usaha dan semangat pantang menyerah dari saudara sekalian,” ucapnya.
Tidak hanya itu, Rudi juga berharap bahwa wisudawan FIB Untag Surabaya selalu merekatkan kebudayaan ke dalam diri mereka sebagai bekal untuk bermasyarakat. “Terapkan ilmu yang kalian peroleh dengan penuh tanggung jawab, profesionalisme, serta integritas. Ingatlah bahwa kalian adalah duta dari FIB Untag Surabaya yang berperan untuk melestarikan kebudayaan di lingkungan bermasyarakat,” ujar Dekan yang mengajar sebagai Dosen Prodi Sastra Inggris itu.
Wisudawan terbaik FIB Untag Surabaya – Fuad Romadhona, S.S. menyampaikan rasa syukurnya di hari yang istimewa bagi dirinya serta teman seperjuangannya. “Setelah melalui perjalanan panjang selama beberapa tahun di Program Studi Sastra Jepang Untag Surabaya, akhirnya kita sampai pada titik ini. Sebuah titik yang menjadi bukti bahwa kerja keras, ketekunan, dan dukungan dari banyak pihak telah membuahkan hasil,” ungkap wisudawan dengan IPK 3,91 itu.
Selain itu, Fuad mensyukuri seluruh pengalaman dan ilmu yang didapat ketika menjalani studi sebagai mahasiswa Prodi Sastra Jepang Untag Surabaya. “Saya menyadari bahwa kesempatan menimba ilmu di kampus ini adalah sebuah anugerah. Tidak hanya tentang belajar bahasa dan budaya Jepang, tetapi juga tentang bagaimana kita tumbuh sebagai individu yang lebih siap menghadapi dunia nyata,” jelasnya.
Fuad turut mengingatkan para wisudawan lainnya untuk terus melangkah dengan penuh semangat dan keyakinan menuju masa depan. “Saya juga menyadari bahwa ilmu yang kita dapatkan di bangku kuliah hanyalah awal. Dunia di luar sana jauh lebih luas, dan kita harus terus belajar, beradaptasi, dan berkontribusi untuk masyarakat,” tutur mahasiswa asal kota Blitar tersebut. (vs)