Sejalan dengan tujuan Perguruan Tinggi dalam melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademik yang baik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang relevan dan mampu menerapkan pengetahuannya dalam konteks dunia kerja, untuk itu Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya kembali dipercaya menjadi penyelenggara Applied Approach (AA) angkatan ke-V. Kegiatan yang terlaksana secara dari selama lima hari mulai Senin-Jumat, (4-8/3) ini diikuti oleh kurang lebih 54 Dosen dari berbagai kota di Indonesia.
Ketua
Panitia Penyelenggara AA Angkatan Ke-V - Dr. Diah Sofiah, S.Psi., M.Psi.
Psikolog dalam laporannya mengatakan sebanyak 54 peserta dari berbagai kota di
Indonesia wajib mengikuti seluruh sesi dalam pelatihan ini. "Kami harap
para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian sesi dari awal hingga akhir dan
menyerahkan
tugas tepat waktu," ujar Dr. Diah yang juga menjabat sebagai Kepala BPSDM
Untag Surabaya.
Lebih
lanjut, Dr. Diah menyampaikan Untag Surabaya akan kembali membuka pelatihan
PEKERTI dan AA pada bulan Agustus 2024 mendatang. "Setelah serangkaian
pelatihan ini selesai, kami akan melakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan pelatihan kami
yang akan kembali digelar bulan Agustus 2024 mendatang," lanjutnya.
Rektor
Untag Surabaya - Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, M.M., CMA., CPA. Prof. Nug membuka
kegiatan sekaligus menyambut hangat para peserta. "Walaupun pelatihan ini
dilakukan secara daring, saya menyampaikan selamat datang di Kampus Merah
Putih, Kampus Nasionalis. Selamat menjalani serangkaian Pelatihan AA yang
berlangsung selama lima hari kedepan," ujar Prof. Nugroho.
Prof.
Nugroho sapaan akrabnya memaparkan besar harapannya kepada para dosen yang
mengikuti pelatihan agar menjadi dosen atau tenaga pendidik yang profesional.
"Pelatihan AA yang merupakan kelanjutan dari Pelatihan PEKERTI ini sebagai
bentuk proses menjadikan dosen dan tenaga pendidik yang lebih profesional untuk
menciptakan mahasiswa yang jauh lebih kompeten bagi bangsa," imbuhnya.
Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur - Prof. Dr. Dyah Sawitri, SE., MM turut hadir dan menekankan bahwa selain menjadi salah satu syarat sertifikasi dosen, pelatihan ini juga menjadi wadah bagi para dosen agar mencetak lulusan yang kompeten. "Tentunya pelatihan ini menjadi salah satu syarat sertifikasi bagi para dosen. Namun, besar harapan saya para dosen yang mengikuti pelatihan ini mampu menjadi pondasi awal para mahasiswa. Sehingga ketika mereka lulus, mereka menjadi lulusan pencetak lapangan kerja bukan pencari kerja," jelas Prof. Dyah.
Selain itu, Prof. Diah juga menyampaikan selama proses pelatihan ini para dosen mampu merekontruksi kebijakan atau aturan baru sehingga dapat mencapai target untuk mencetak lulusan pencetak lapangan kerja. "Kita harus melakukan pengembangan kurikulum, perancangan pembelajaran yang mendidik dan sesuai serta mampu melakukan evaluasi untuk mencapai target lulusan yang kompeten mencetak lapangan kerja," lanjutnya
Serangkaian
pelatihan ini terdapat empat narasumber ahli pada bidangnya diantaranya, Dr. I
Made Kastiawan, ST., MT., Prof. Dr. V. Rudy Handoko., MS., Dr. Rr. Amanda Pasca
Rini, S.Psi., M.Si., Psikolog, dan Dr. Rachmawati
Novaria, MM. (iy/oy/rz)