?Dosen Program Studi Teknik Informatika Universitas 17 Agustus 1945
(Untag) Surabaya, Dr. Fajar Astuti Hermawati, S.Kom., M.Kom., berhasil meraih
Program Bantuan Pengembangan dan Penyelenggaraan Pembelajaran Digital (P3D)
Tahun 2024. Program yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan
Kemahasiswaan ini bertujuan mendorong perguruan tinggi agar lebih aktif
menggunakan teknologi digital dalam mengembangkan materi untuk mendukung proses
pembelajaran.
Pada kesempatan ini, Dr. Fajar mengusulkan proposal pada Kategori I
dengan judul ‘Pengembangan Model Pembelajaran Mata Kuliah Deep Learning
Berbasis Proyek Melalui Kanal Pembelajaran Digital’ yang lolos seleksi pada 3
Mei 2024 lalu.
Dr. Fajar menyatakan bahwa dosen pengusul harus berasal dari program
studi yang terakreditasi paling rendah B atau Baik Sekali pada perguruan tinggi
yang memiliki Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) minimal Baik atau Baik
Sekali. “Selain memenuhi persyaratan tersebut, prodi pengusul harus berasal
dari kampus yang memiliki akreditasi B atau Baik Sekali, serta memiliki mitra
dan rekam jejak dalam pengembangan bahan ajar digital menggunakan berbagai
media,” terang Dr. Fajar saat diwawancarai, Jumat (14/3).
Lebih jauh, Dr. Fajar mengatakan bahwa mata kuliah Deep Learning sangat
menarik dan populer karena merupakan cabang dari ilmu Artificial Intelligence.
Selain itu, mata kuliah ini mempunyai capaian pembelajaran yang merupakan
gabungan dari kemampuan teori atau konsep dan praktik atau pemrograman. “Karena
menjadi mata kuliah wajib di Program Studi Teknik Informatika, mahasiswa
terkadang menghadapi kesulitan untuk memahaminya. Jadi, saya ingin membuat mata
kuliah ini menarik secara visual digital,” katanya.
Dr. Fajar menegaskan betapa pentingnya peran universitas dalam program
ini, yang mencakup program pembelajaran yang diawasi oleh Badan Pengembangan
Akademik (BPA). “Nantinya kami ingin berkolaborasi bersama-sama dengan tim
pengajar untuk memilah dan memilih bahan ajar yang akan disampaikan melalui
video interaktif,” lanjut dosen Teknik Informatika itu.
Dengan adanya model pembelajaran ini, Dr. Fajar yakin akan berdampak
positif bagi mahasiswa dan dosen. “Selain berdampak positif bagi mahasiswa dan
dosen, model pembelajaran ini akan mempermudah mitra untuk berkolaborasi
sehingga program MBKM dapat terlaksana dengan baik,” lanjutnya.
Melalui pengajuan proposal ini, Dr. Fajar berharap Prodi Teknik
Informatika mampu meningkatkan kapasitas dan kemampuan modul pembelajaran
digital yang inovatif dan berbasis proyek sehingga dapat meningkatkan kualitas
pembelajaran dan hasil belajar mahasiswa. “Selain itu, saya juga berharap para
dosen juga memiliki motivasi dan kecakapan mengimplementasikan pembelajaran
berbasis proyek yang efektif dan produktif. Sehingga mampu memberikan
kontribusi nyata dalam menyelesaikan permasalahan di masyarakat,” pungkasnya.
(iy/oy/rz)