Program Studi (Prodi) Teknik
Industri Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mengadakan kuliah perdana
dengan tema ‘Membangun Profil Lulusan Teknik Industri yang Siap Memimpin dan
Berinovasi di Dunia Kerja’. Acara ini dilangsungkan di Ruang Auditorium R. Ing.
Soekonjono dan dihadiri oleh 254 mahasiswa dari bebagai semester, (23/20).
Kepala Program Studi (Kaprodi)
Teknik Industri – Hery Kurniawan, ST., MT., membuka acara dengan sambutan yang
menekankan pentingnya kuliah perdana ini bagi perkemabangan mahasiswa. “Kami
berharap informasi yang disampaikan hari ini dapat memperluas pengetahuan
kalian di bidang teknik industri, sehingga kalian siapa bersaing di dunia kerja
yang kompetitif,” ujar Hery. Hery juga menyoroti peran penting inovasi dan
kepemimpinan dalam menghadapi tantangan global industri.
Salah satu narasumber utama dalam
acara ini adalah Wisnu Pramudyo, Executive Vice President Daop 8 Surabaya, yang
menyampaikan materi judul ‘Transfromasi KAI: Inovasi dalam Transportasi Nasional’.
Dalam pemaparannya, Wisnu menekankan pentingnya mengutamakan pelanggan di dunia
industri. “Utamakanlah dan manusiakanlah pelanggan. Metode yang dulu
tradisional kini berkembang menjadi digital,” ungkap wisnu. Wisnu juga
menambahkan bahwa saat ini, perusahaan dituntut untuk memberikan pelayanan
terbaik kepada pelanggan guna menghadapi persaingan global, khususnya di sektor
transportasi.
Narasumber kedua, Prof. Dr. Ir.
Qomariyatus Sholihah, Amd.Hyp., S.T., M.Kes., IPU., ASEAN Eng., membawakan
materi dengan tema ‘Mengapa Harus Bangga sebagai Mahasiswa Teknik Industri’. Dalam
paparannya, Prof. Qomariyatus menjelaskan berbagai peluang karir yang tersedia
bagi lulusan Teknik Industri. “Sebagai mahasiswa teknik industri, kalian harus
bangga karena kalian memiliki banyak peluang besar di masa depan. Tingkatkan kemampuan
analistis kalian, perluas jaringan, dan yang tak kalah penting, junjung tinggi
adab serta etika,” pesannya. Prof. Qomariyatul juga mengingatkan pada mahaiswa
bahwa pembelajaran tidak berhenti setelah mereka lulus “Teruslah belajar,
karena dunia kerja membutuhkan individu yang selalu berkembang.” tambahnya
Acara ini juga menampilkan sesi tanya
jawab interaktif, dimana para mahasiswa dapat berdiskusi langsung dengan
narasumber. Salah satu, mahasiswa, Madanisa Pratiwi, menanyakan mengenai syarat
untuk mendapatkan sertifikat K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) bagai
mahasiswa teknik industri. Prof. Qomariyatul menjawab pertanyaan tersebut
dengan memberikan informasi bahwa sertifikat K3 memerlukan syarat minimal
pendidikan D3 atau S1 dan jurusan yang relevan dengan K3. Jawaban ini disambut
baik oleh para peserta yang sangat antusias dalam memahami peluang tambahan
untuk memperkuat keahlian mereka di dunia industri,
Setelah sesia diskusi yang
berjalan dinamis, acara diakhiri dengan pencerahan cinderamata kepada para narasumber
sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam memberikan wawasan dan
inspirasi baru bagi mahasiswa. Kuliah perdana ini tidak hanya menambah
pengetahuan mahasiswa, tetapi juga memotivasi mereka untuk lebih siap dalam
menghadapi dunia kerja yang terus berkembang dan menuntut inovasi.
Dengan adanya kegiatan seperti
ini, Prodi Teknik Industri Untag Surabaya berharap dapat mencetak lulusan yang
tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga kepemimpinan yang kuat dan
pemikiran inovatif yang akan bermanfaat di masa depan. (ra/rz)