Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menerima kunjungan benchmarking dari LSP Universitas Musamus Merauke pada Rabu, 11 Desember 2024. Acara yang berlangsung di Ruang Meeting Gedung Graha Prof. Dr. H. Roeslan Abdulgani ini dihadiri oleh empat perwakilan dari Universitas Musamus Merauke dan sembilan perwakilan LSP Untag Surabaya.
Dr. Hj. Sumiati, M.M., Direktur LSP Untag Surabaya, membuka acara dengan sambutan hangat. Dalam sambutannya, LSP Untag dijelaskan telah berdiri sejak 2016 dan memiliki lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). “Kami memiliki 170 asesor aktif dengan lebih dari 60 skema sertifikasi. Sebagai salah satu master asesor BNSP, kami sangat terbuka untuk berbagi pengalaman demi saling melengkapi,” ujar Dr. Sumiati.
Keberhasilan LSP Untag Surabaya didukung oleh komitmen tim dalam menjaga kualitas pelayanan, peningkatan jumlah asesor, serta pengembangan skema sertifikasi secara berkelanjutan. “LSP Untag Surabaya membuktikan perannya sebagai pelopor dalam mendukung daya saing lulusan di dunia kerja. Kolaborasi seperti ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem sertifikasi di Indonesia dan mendorong pengakuan global terhadap kompetensi tenaga kerja,” tambahnya.
Sementara itu, Dosen Universitas Musamus Merauke – Jeni Paresa, S.T., M.T. mengungkapkan bahwa tujuan kunjungan ini adalah mempelajari pengelolaan LSP Untag Surabaya. “Kami baru berdiri pada tahun 2018, tetapi selama dua tahun terakhir, uji kompetensi di tempat kami tidak berjalan dengan optimal,” jelas Jeni. Rosa Delima Pangaribuan, S.Pi., M.Si., perwakilan lain dari Universitas Musamus, menambahkan keinginan untuk memahami pengelolaan LSP secara menyeluruh, mulai dari proses awal hingga penerbitan sertifikat. “Ada banyak hal yang perlu kami tingkatkan agar lebih profesional,” harap Rosa.
Dalam sesi berbagi, Dr. Sumiati memaparkan perjalanan LSP Untag Surabaya yang berpegang pada prinsip service-oriented alih-alih profit-oriented. Prinsip ini menjadi kunci keberhasilan lembaga. Selain itu, adaptasi terhadap regulasi dan kebijakan terbaru juga dinilai penting mengingat BNSP kini memperketat standarnya.
Terkait rendahnya minat asesi yang dialami LSP Universitas Musamus, Manager LSP P1 Untag Surabaya, Dona Rahayu Sugiharti, S.S., M.Hum., berbagi pengalaman dalam mengatasi tantangan serupa. “Kami memulai dengan mengundang perwakilan program studi untuk sosialisasi. Memang ada tantangan besar, terutama karena perbedaan payung hukum. Namun, kami terus mencari solusi dan menyelesaikan kendala satu per satu,” ungkap Dona.
Acara ditutup dengan pesan motivasi dari Dr. Sumiati yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan. “BNSP kini semakin menuntut kualitas. Asesor harus terus meningkatkan kompetensinya, skema sertifikasi harus memenuhi standar terkini, dan manajemen harus dikelola secara serius. Selain itu, pemangku kebijakan juga perlu memberikan dukungan anggaran yang memadai,” pesan Dr. Sumiati.
Kunjungan benchmarking ini menjadi bukti pengakuan atas keberhasilan LSP Untag Surabaya sebagai salah satu lembaga sertifikasi unggulan di Indonesia. Semangat berbagi dan kolaborasi yang ditunjukkan LSP Untag diharapkan dapat menginspirasi lembaga lain untuk mencapai standar tinggi dalam dunia sertifikasi profesi. (ra/rz)