Dalam tujuan pembaruan skema asesmen ke versi standar 333, Lembaga Sertifikasi Profesi - P1 (LSP-P1) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya melaksanakan Upgrading Asesor dan Pengembangan Materi Uji Kompetensi (MUK) Versi Standar 333. Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Q210 Gedung Prof. Dr. H. Roeslan Abdulgani ini dihadiri oleh Master Asesor Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) – Dimas Andrian sebagai pemateri, (14/11).
Pada kesempatan ini, Direktur LSP-P1 Untag Surabaya – Dr. Sumiati, M.M menegaskan bahwa seluruh asesor di Untag Surabaya wajib mengikuti upgrading dan pembaruan skema asesmen pada bulan November ini. "Semua skema asesmen harus sesuai dengan MUK versi standar 333. Jika tidak mengikuti upgrading, asesor tidak dapat diberi surat tugas untuk melaksanakan uji kompetensi," ujarnya.
Lebih lanjut, Dr. Sumiati juga memberi motivasi kepada seluruh asesor untuk turut berkontribusi dalam menjaga kualitas LSP-P1 Untag Surabaya. “Untuk mempertahankan kualitas LSP-P1 jauh lebih sulit daripada mendirikannya. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama dan semangat seluruh asesor untuk beradaptasi dengan standar skema yang baru," tuturnya.
Tidak hanya itu, Dr. Sumiati juga berharap bahwa kerja keras asesor diniatkan untuk kebaikan almamater Untag Surabaya. “Semoga seluruh indikator yang belum tercapai bisa tercapai dan kerja keras kita semua dapat menjadi berkah untuk LSP-P1 Untag Surabaya dan untuk Untag Surabaya,” harapnya.
Melalui sesi wawancara khusus, Master Asesor Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) mengungkapkan bahwa pada bulan Januari, BNSP telah menerbitkan regulasi terkait keputusan BNSP nomor 1 tahun 2024 tentang upgrading MUK versi standar 333. “Seluruh materi uji kompetensi yang ada di BNSP untuk dijamin kualitasnya, maka harus ditingkatkan menjadi versi MUK standar 333 dan batasnya hingga November 2024,” ungkap Dimas Andrian.
Dimas menambahkan, ada sejumlah aspek yang harus dikuasai para asesor setelah mengikuti upgrading ini. "Para asesor perlu memahami SKKNI 333, pengembangan indikator kinerja, penyusunan butir soal, pelaksanaan asesmen, serta penilaian hasil asesmen," tambahnya.
Dengan komitmen yang kuat di LSP-P1 Untag Surabaya, Dimas optimistis Untag Surabaya mampu menghasilkan lulusan berkualitas tinggi. "Saya yakin LSP-P1 Untag Surabaya memiliki komitmen besar terhadap kualitas, baik dari sisi asesor maupun materi uji. Hal ini juga akan berkontribusi pada peningkatan kualitas lulusan Untag Surabaya," pungkasnya. (vs/rz)