Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya kembali mengharumkan nama kampus di kancah nasional. Ari Dwi Susanto, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Program Studi Administrasi Niaga, meraih Juara 3 dalam Kejuaraan Pencak Silat DANDIM CUP Malang Tingkat Nasional. Kejuaraan ini berlangsung pada 21-22 Desember 2024 di GOR Ken Arok, Kota Malang. Ari berhasil menyabet medali perunggu dalam kategori Kelas Mahasiswa, kelas berat 65-70 kg, bersaing ketat dengan sekitar 3.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam wawancara, Ari menjelaskan bahwa persiapan lomba dimulai dengan keberangkatan pada 20 Desember untuk menghadiri technical meeting sebelum bertanding pada 21-22 Desember 2024. Mahasiswa semester 3 yang juga bekerja sambil kuliah ini mengaku harus pandai mengatur waktu antara kuliah, pekerjaan, dan latihan. “Saya hanya mengikuti training center (TC) selama tiga bulan, padahal idealnya enam bulan. Karena kesibukan kerja dan kuliah, waktu harus dimanfaatkan seefektif mungkin,” ujarnya. Meskipun persiapan dirasa kurang maksimal, semangat untuk berjuang tetap tinggi hingga akhirnya berhasil meraih Juara 3.
Selama persiapan, berbagai tahapan latihan dijalani, seperti tes fisik, teknik, serta fokus pada kategori yang diikuti, yaitu free fight. “Tantangan terbesar bagi saya adalah manajemen waktu. Dengan kesibukan bekerja dan kuliah, konsistensi dalam latihan harus tetap dijaga agar bisa tampil maksimal di kejuaraan,” ungkapnya.
Motivasi dalam mengikuti kejuaraan ini adalah untuk mengharumkan nama Untag Surabaya di kancah nasional. “Untag memiliki visi menjadi kampus unggul, bahkan hingga tingkat internasional. Salah satu cara untuk mewujudkannya adalah melalui prestasi mahasiswa,” katanya. Selain itu, ada tanggung jawab sebagai penerima beasiswa non-akademik dengan potongan biaya SPP sebesar 75%. Sesuai ketentuan beasiswa, penerima diwajibkan mengikuti kejuaraan minimal satu kali dalam satu semester di tingkat provinsi atau nasional.
Pesan motivasi juga disampaikan kepada mahasiswa Untag Surabaya lainnya, terutama mahasiswa kelas sore. “Siapa pun bisa berprestasi jika bersungguh-sungguh. Jangan jadikan kelas sore sebagai penghalang untuk bersaing dengan kelas pagi. Di Untag, mahasiswa berprestasi mendapatkan banyak apresiasi, mulai dari beasiswa hingga potongan SPP hingga semester 8,” ujarnya dengan semangat.
Ari turut mengapresiasi dukungan penuh dari kampus yang telah membiayai seluruh kebutuhan selama kompetisi. “Mulai dari transportasi, penginapan, konsumsi, hingga kepulangan semuanya ditanggung oleh kampus. Ini sangat membantu saya untuk fokus pada pertandingan,” tutupnya. (hn/rz)