Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak
Pertama (LSP P1) Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya menerima kunjungan
Benchmarking dari LSP P1 Universitas Mercu Buana. Kegiatan ini digelar di
Meeting Room lantai tiga Gedung R. Ing. Soekonjono Untag Surabaya, Selasa
(27/2). Rektor Untag Surabaya - Prof. Mulyanto Nugroho, M.M., CMA., CPA
menyambut hangat kedatangan
Universitas Mercu Buana di Untag
Surabaya. Prof. Nugroho berharap kegiatan ini menjadi wadah untuk saling
belajar demi meningkatkan kualitas LSP bagi Untag Surabaya maupun Universitas
Mercu Buana. "Kami senang dan bangga Untag Surabaya menjadi tujuan
Benchmarking yang juga menjadi wadah untuk belajar bersama-sama. Semoga
kegiatan ini dapat menjadi awal yang baik untuk meningkatkan kualitas
masing-masing lembaga," ujarnya.
Dalam kunjungannya di Kampus Merah
Putih, Ketua LSP P1 Universitas Mercu Buana - Drs. Marwan Mahmudi, M.Si, CPR
berharap melalui kegiatan Benchmarking ini menjadi awal yang baik untuk tetap
dapat berkolaborasi dan berbagi pengetahuan terkait uji kompetensi, antara lain
persiapan uji kompetensi menggunakan paperless dan uji kompetensi jarak jauh.
"Harapan kami tentunya kolaborasi ini dapat terus berlanjut sehingga dapat
saling berbagi pengetahuan terkait persiapan uji kompetensi menggunakan
paperless dan teknis uji kompetensi jarak jauh," jelasnya.
Lebih lanjut, Drs. Marwan ingin
memaksimalkan kesempatannya untuk mendapat informasi terkait LSP terutama skema
kontruksi di Untag Surabaya. "Selain berbagi terkait persiapan uji kompetensi
menggunakan paperless dan uji kompetensi jarak jauh teknis, kami juga ingin
mengetahui skema konstruksi di LSP Untag Surabaya berjalan," sambungnya.
Terkait dengan pelaksanaan
sertifikasi, Direktur LSP P1 Untag Surabaya - Hj. Dr. Sumiati, MM mengatakan
bahwa Untag Surabaya memiliki jumlah lebih dari 140 assor yang efektif. Dr.
Sumiati juga menjelaskan uji kompetensi dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu
karena faktor mahasiswa Untag Surabaya yang dominan bekerja "Hingga pada
saat ini, data asesor efektif kami sebanyak 140 lebih. Dalam pelaksanaan uji
kompetensinya, kami menjadwalkan hanya pada hari Sabtu dan Minggu karena
mempertimbangkan banyak mahasiswa yang bekerja," tuturnya.
Selain itu, Dr. Sumiati juga
menyampaikan sebanyak 41 skema sudah digunakan dalam proses uji kompetensi dan
sedang dalam proses pembuatan Materi Uji Kompetensi (MUK) agar Untag Surabaya
memiliki total 71 skema uji. "Dalam
perjalanan hingga Februari tahun 2024 ini, Untag Surabaya sudah menggunakan 41
skema uji. Kami saat ini juga sedang proses pembuatan MUK yang baru yang
nantinya keseluruhan memiliki sebanyak 71 skema uji," pungkasnya. (iy/oy)