Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya kembali mengharumkan almamaternya melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Salah satu tim yang diketuai oleh mahasiswa Program Studi (Prodi) Arsitektur - Dayyan Rezkyansyah Dhiyaul Haq ini mengusung judul 'Kampung Tanggap Banjir: Upaya Mitigasi Banjir oleh Pemuda Karang Taruna Ika Patra Surabaya Berbasis Teknologi Biopori Jumbo 3 In 1' dan berhasil lolos pendanaan pada ajang besutan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dalam skema PKM Pengabdian Masyarakat (PKM-PM).
Dalam pelaksanaannya, Dayyan didampingi oleh beberapa anggota kelompok lainnya, di antaranya adalah Mahasiswa Program Studi Teknik Industri - Devin Agni Berlian; Muhammad Alif Sya'bana dan Robby Imanulloh Wira Widhayaka - keduanya merupakan mahasiswa Program Studi Arsitektur. Prestasi yang diraih ini juga tidak lepas dari bimbingan yang diberikan oleh Dosen Program Studi Arsitektur, yaitu Febby Rahmatullah Masruchin, S.T., M.T.
Dayyan mengaku judul tersebut diusung berdasarkan fenomena yang kerap kali terjadi ketika hujan di sekitar Kelurahan Banjarsari, Surabaya Barat. "Secara umum, dataran tersebut memiliki kontur yang simetris dan lurus, namun di daerah tersebut, lanskap dan datarannya berada pada titik paling rendah. Akibatnya, saat hujan sedikit saja, banjir langsung terjadi karena kurangnya sistem penyerapan dan pengaturan aliran sungai," ungkapnya.
Sementara itu, Febby menekankan pentingnya peran dosen pembimbing dalam membantu mahasiswa menentukan permasalahan yang relevan dalam masyarakat. la juga mencatat bahwa penelitian dan pengabdian masyarakat yang pernah dilakukan oleh dosen dapat diadopsi dan diteruskan oleh mahasiswa dalam berbagai program prestasi mahasiswa, seperti PKM. "Pada tahun 2020, saya menginisiasi program kampung tanggap bencana di Surabaya.
Awalnya, saya ingin menjadikan kegiatan ini sebagai kegiatan rutin, seperti kampung tanggap kebakaran, kampung tanggap banjir, kampung tanggap tsunami, dan lain sebagainya. Namun, karena beberapa alasan, saya memutuskan untuk menyerahkan pelaksanaannya kepada mahasiswa melalui program PKM ini. Ini menandakan bahwa kegiatan tersebut benar-benar orisinal dan inovatif, sehingga peluang untuk mendapatkan penerimaan lebih besar," tambahnya, yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni.
Tak hanya itu, Dayyan juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa lainnya. "Kuliah bukan hanya tentang mengejar ilmu semata, tetapi juga tentang bagaimana kita dapat menggali pengalaman setelah menyelesaikan kuliah," ujarnya. (wf/oy/rz)