logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya

Detail Berita

UNTAG SURABAYA BERSAMA ILMPI SUKSES GELAR NATIONAL PSYCHOLOGY SUMMIT 2025

Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia (ILMPI) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk National Psychology Summit dengan tema Dinamika Kurikulum Pendidikan Tinggi di Era Transformasi Digital menuju Indonesia Emas 2045. Acara ini berlangsung di Auditorium Gedung R. Ing. Soekonjono lantai enam Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, ( 15/2).


Kegiatan ini juga menjadi bagian dari perayaan ulang tahun ke-14 ILMPI dan terselenggara berkat kolaborasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi Untag Surabaya. Seminar ini digelar secara hybrid, memungkinkan peserta hadir langsung di lokasi maupun mengikuti melalui platform daring.


Wakil Dekan Fakultas Psikologi Untag Surabaya – Dr. Suhadianto, S.Psi., M.Psi., membuka acara dengan menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dari berbagai daerah. Dr. Suhadianto juga menekankan bahwa Untag Surabaya, sebagai salah satu kampus swasta tertua di Jawa Timur, terus berkomitmen dalam mencetak lulusan yang berkontribusi bagi bangsa. “Kami menyambut dengan tangan terbuka seluruh peserta seminar di Kampus Merah Putih, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Kampus ini didirikan pada tahun 1954 atas inisiatif Bung Karno dan hingga kini tetap memegang teguh nilai-nilai perjuangan. Kami berharap semangat ini juga menginspirasi ILMPI untuk terus melahirkan ide kreatif dan berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia,” ujar Dr. Suhadianto.


Ketua Program Studi Magister Profesi Psikologi sekaligus Ketua Program Studi Profesi Psikologi – Dr. Andik Matulessy, M.Si., Psikolog, turut memberikan sambutan. Dr. Andik berharap ILMPI dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata dalam bidang psikologi."Selamat ulang tahun ke-14 untuk ILMPI. Semoga di usia yang semakin matang ini, ILMPI semakin banyak mencetak prestasi dan berkontribusi dalam perkembangan psikologi, baik dalam praktik profesi maupun dalam pengembangan keilmuan psikologi itu sendiri," ungkap Dr. Andik yang menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Psikologi Indonesia.


Seminar Nasional ini menghadirkan berbagai tokoh dan akademisi ternama sebagai pembicara utama. Salah satunya adalah Wakil Gubernur Jawa Timur - Emil Elestiano Dardak, B.Bus., M.Sc., Ph.D., yang membawakan materi bertajuk Generative AI sebagai Game Changer: Membangun Ekosistem Pembelajaran Inovatif di Perguruan Tinggi Menuju Indonesia Emas 2045. Dalam paparannya, Emil Dardak menyoroti pentingnya keseimbangan antara kecerdasan buatan dan aspek kemanusiaan dalam psikologi. “Artificial Intelligence (AI) dan Generative AI memiliki peran penting dalam era digital. Namun, tanpa konteks dan empati dalam relasi manusia, kita bisa kehilangan esensi psikologi itu sendiri. AI dapat menjadi alat yang membantu, tetapi manusia tetaplah pengambil keputusan utama,” ujarnya.


Sementara itu, Keynote speech berikutnya disampaikan oleh Prof. Dr. Seger Handoyo, Psikolog, yang membahas topik serupa. Prof Seger menekankan bahwa penerapan Generative AI dalam pendidikan masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam kesiapan tenaga pengajar. “Dalam dunia pendidikan, Generative AI belum sepenuhnya mengubah sistem sebagaimana terjadi di industri. Salah satu tantangan utamanya adalah kesiapan dosen dalam memanfaatkan teknologi ini dalam proses pembelajaran. Saat ini, panduan penggunaan AI dalam akademik telah tersedia, namun masih dibutuhkan kesadaran dan kesiapan yang lebih luas untuk mengadopsinya secara efektif,” jelas Prof. Seger.


Dari sudut pandang psikologi kognitif, penerapan Generative AI dalam pendidikan juga menimbulkan tantangan dalam pola belajar mahasiswa. Konsep self-regulated learning menjadi semakin relevan, di mana mahasiswa harus mampu mengelola pembelajaran mereka sendiri dengan bantuan teknologi tanpa kehilangan keterampilan berpikir kritis dan reflektif.


Adapun Dr. Andik Matulessy, M.Si., Psikolog, juga menjadipembicara ketiga, membawakan materi bertajuk Evaluasi dan Masa Depan Program Kampus Merdeka: Menjawab Tantangan dan Peluang Transformasi Digital. Dr. Andikmenyoroti pentingnya evaluasi berkelanjutan terhadap kebijakan Kampus Merdeka agar tetap relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.


Setelah sesi utama, seminar dilanjutkan dengan dua panel diskusi yang membahas isu strategis dalam dunia pendidikan psikologi. Panel pertama mengangkat tema Sinergi Perguruan Tinggi, Pemerintah, dan Industri dalam Mengoptimalkan Transformasi Digital Pendidikan Tinggi, yang membahas kolaborasi lintas sektor dalam mendukung digitalisasi pendidikan. Sementara itu, panel kedua bertajuk Rekomendasi Kebijakan Psikologi untuk Peningkatan Kesejahteraan Digital dan Kesiapan SDM Menuju Indonesia Emas 2045, membahas kontribusi psikologi dalam merancang kebijakan untuk kesejahteraan masyarakat di era digital.


Dari perspektif psikologi sosial, transformasi digital juga mempengaruhi kesejahteraan psikologis individu, termasuk bagaimana mereka beradaptasi dengan perubahan sistem pendidikan dan dunia kerja. Diskusi ini menyoroti pentingnya keseimbangan antara efisiensi teknologi dan aspek psikologis seperti motivasi, ketahanan mental, dan keterlibatan emosional dalam lingkungan belajar dan bekerja.


Seminar National Psychology Summit ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa psikologi di seluruh Indonesia untuk memperluas wawasan, bertukar gagasan, dan membangun jejaring profesional guna menghadapi tantangan psikologi di era digital. (hn/rz)


Sumber: https://untag-sby.ac.id/web/beritadetail/untag-surabaya-bersama-ilmpi-sukses-gelar-national-psychology-summit-2025.html



PDF WORD PPT TXT