Kegiatan dibuka dengan sambutan oleh Ketua Pelaksana WMK Untag Surabaya – Luvia Friska Narulita, S.ST., M.T., yang menyatakan bahwa para peserta telah melalui banyak tahapan. “Demo Day adalah puncak dari rangkaian acara WMK yang dimulai dari pre-immersion, yaitu dimana mahasiswa untuk mempelajari dasar-dasar wirausaha, dilanjutkan dengan pelatihan intensif melalui bootcamp, dan diakhiri dengan validasi produk serta kelayakan usaha,” jelasnya.
Kepala Badan Pengembangan Akademik (BPA) – Dr. Nanis Susanti, MM., juga hadir dan menyampaikan pentingnya program ini dalam menjembatani teori akademik dengan praktik nyata. “Wirausaha Merdeka adalah sebuah program yang dirancang untuk membantu menjembatani kesenjangan antara teori akademis dengan pengalaman praktis, guna memberikan kesempatan bagi para peserta untuk mengaplikasikan ilmu yang mereka peroleh di bangku kuliah langsung ke dalam dunia wirausaha yang sesungguhnya,” kata Dr. Nanis saat memberikan sambutan.
Sebagai pembicara utama pada hari pertama, pengusaha kuliner ternama pemilik Sambal Bu Rudy, membagikan kisah perjuangannya hingga sukses menjadi salah satu ikon kuliner Kota Surabaya. Dalam pesannya kepada para peserta, ia menekankan pentingnya semangat pantang menyerah. “Anak-anak muda harus selalu bersemangat dan tidak takut gagal dalam mencapai kesuksesan,” katanya.
Pada hari kedua, WMK Untag Surabaya menghadirkan Lukman Hermawan Prawono yaitu seorang fotografer yang berfokus pada bidang makanan. Lukman juga pemilik Fotolicious, sebuah usaha yang bergerak dalam bidang jasa fotografi produk. Lukman hadir untuk membagikan ilmu nya kepada para peserta terkait pengambilan gambar produk. “Dalam mengambil foto produk, ambillah yang indah dan mampu menggugah selera konsumen karena penting untuk promosi, pembuatan menu, atau blog makanan,” paparnya.
Demo Day menjadi momen penting bagi para peserta untuk tidak hanya memasarkan produk, tetapi juga mempresentasikan ide bisnis mereka di hadapan dewan juri. Peserta menunjukkan inovasi, keunggulan, dan nilai unik dari produk mereka, yang kemudian mendapatkan masukan konstruktif dari juri.
Salah satu peserta, Muhammad Arfansyah, dari Universitas PGRI Argopuro Jember menyatakan motivasinya. "Saya mengikuti kegiatan ini karena cita-cita saya ingin menjadi pebisnis sukses dan kebetulan program ini memfasilitasi keinginan saya," ungkapnya.
Kegiatan
hari ini ditutup dengan pengumuman pemenang, yang telah dinantikan oleh seluruh
peserta dan hadirin. Dengan menjadi tuan rumah Program Wirausaha Merdeka (WMK)
3, Untag Surabaya tidak hanya memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk
mengasah keterampilan wirausaha, tetapi juga memperkuat jaringan antar
universitas di seluruh Indonesia. (ra/rz)